Program Pemberian Biaya Operasional Pendidikan (BOP)

Pembebasan biaya BOP dalam program BahteraMAS merupakan istilah yang diberikan untuk program pendidikan gratis yang dicanangkan oleh Nur Alam. Program pembebasan BOP ini secara khusus diartikan sebagai bentuk bantuan yang diberikan oleh pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara kepada setiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan menengah, baik sekolah negeri maupun sekolah swasta, termasuk satuan pendidikan di lingkungan Depaertemen Agama se-Sulawesi Tenggara yang diarahkan untuk membiayai kegiatan operasional sekolah.

Dalam dunia pendidikan nasional dikenal adanya istilah biaya investasi, biaya operasional dan biaya personal. Biaya yang ditanggung dalam rogram pembebasan BOP pada era Nur Alam hanya ini hanya biaya operasional yang meliputi 9 komponen, yakni : pendaftaran siswa baru, penggandaan/ pengadaan buku teks, bahan ajar dan LKS, pemberian insentif guru, pengembangan profesi guru, pembiayaan persputakaan dan administrasi sekolah, kegiatan ekstra kurikuler, pengadaan alat peraga dan bahan praktikum laboratorium, pembiayaan ujian sekolah dan ulangan, serta perawatan ringan sekolah.

Tanggungan Pemprov Sultra terhadap 9 komponen di atas hanya diarahkan pada jenjang pendidikan menengah. Disini diharapkan bahwa tidak ada lagi pungutan kepada orang tua/wali murid pada  tingkat SMA, MA (Madrasah Aliyah dan SMK dalam hal biaya operasional karena semuanya telah ditanggungoleh  bantuan BOP dari Pemprov Sultra. Sedangkan pada jejang pendidikan dasar (SD/MI serta SMP/MTs), komponen-komponen biaya operasional di atas, telah dibiayai dari dana BOS APBN (pemerintah pusat). Meski demikian, Pemprov Sultra tetap memberikan dana BOP pada jenjang pendidikan dasar ini pada komponen insentif guru sebesar Rp. 150.000/guru/bulan.

Gubernur Nur Alam SERAHKAN BOP-1

Konsep program pembebasan BOP ala pemerintahan Nur Alam di atas telah dilaksanakan sejak tahun 2008 melalui Dinas Pendidikan Nasional Sultra yang dituangkan dalam APBD Perubahan tahun anggaran berjalan. Pada tahun ini, dialokasikan dana sebesar Rp. 27.094.200.000 untuk membebas BOP pada SMA sederajat sebanyak 354 unit sekolah serta memberikan insentif kepada 7.686 orang guru. Pada tahun 2008 ini juga disalurkan dana sebesar Rp. 17.905.800.000 untuk membiayai insentif guru SD/ MI dan SMP sederajat pada 29.843 orang guru yang tersebar pada 3.022 unit sekolah di seluruh wilayah Sultra.

Pada tahun anggaran 2009, dana yang disiapkan Pemprov Sultra meningkat dua kali lipat dibanding tahun anggaran 2008, yakni mencapai Rp. 90 Milyar. Seperti konsep awalnya, dana sebesar Rp. 90 Milyar pada tahun 2009 itu dialokasikan untuk membiayai 9 komponen biaya operasional pada jenjang pendidikan menengah (SLTA), dan insentif guru pada jenjang pendidikan dasar (SD/MI dan SMP). Pada perubahan APBD Tahun anggaran 2010,  program BOP Bahteramas diperluas cakupannya hingga mencakup biaya operasional untuk jenjang TK dan Raudhatul Af’al (RA).